Notification

×

Mean Isahq, Pamit Kepada Masyarakat Kaohua

Rabu, 31 Agustus 2022 | Agustus 31, 2022 WIB

mean_isahq
MATALINENEWS.COM | LEMBATA- Sekolah Dasar Inpres Aihua yang telah berganti nama sesuai nomenklatur menjadi SDN Kaohua, berada di dusun Aihua desa Kaohua kecamatan Buyasuri kabupaten Lembata. Berdiri sejak tahun 1960 eksis hingga kini, telah mengalami pergantian pimpinan beberapa kali semenjak berdirinya institusi ini. 


Tidak jauh dari ibukota kecamatan, ditempat yang sama berdiri juga lembaga Kepolisian Sektor Buyasuri, Masjid, Kapela, RA, PAUD Tawun Mawu serta Lapangan Bola Kaki persis dibibir jalan yang menjadi ajang silaturahmi muda mudi antar desa dalam mengembangkan minat serta bakat di kecamatan Buyasuri. 


Acara pamitan Kepala SDN Kaohua Mean Isahq, S.Pd.SD, bersama masyarakat, pemerintah desa, orang tua siswa, BPD, Komite, dan semua siswa siswi ini diselenggarakan di ruang sekolah pada hari ini Selasa, 30/08/2022.


Genap 16 tahun 1 bulan 14 hari, Mean Ishaq, S. Pd. SD, telah mendarmabaktikan dirinya sejak awal pengangkatan sampai hari ini di Sekolah Dasae Negeri Kaohua.


Sebuah perjalanan karir yang cukup gemilang terbilang, karena awal mula menjadi guru bantu hingga dilantik menjadi Kepala Sekolah, setelah sekian tahun menempuh panjangnya pengabdian dalam mendidik dan mengajar warga sekolah, kini Mean dipindah tugaskan kembali ke kampung halamannya di desa Boleng kabupaten Flores Timur.


Acara yang dipandu langsung oleh MC Sudarjo Abd Hamid ini terbilang sederhana namun memberi pesan yang cukup haru oleh seluruh hadirin pada kesempatan itu. Karena pengabdian Mean (sapaan Akrabnya) yang cukup lama, dan telah menyatu oleh adat istiadat setempat, hingga rumpun keluarga telah mampu berbahasa kedang dengan faseh. Hal ini yang membuat ceremony sederhana tersebut namun cukup bermakna. 


Dalam pantau awak media matalinenews.com (30/08), Kepala Desa Kaohua Saleh Wahid,S.Sos., mengisahkan bahwa, Abang Mean (panggilan akrabnya) adalah figur tauladan yang cukup dikenal dikampung ini, karena selain menjadi guru, beliau juga selalu menerapkan kompetensi sosial yang cukup nampak. Segala aktifitas sosial dikampung ini, ia selalu mengambil bagian dalam tiap hajatan, juga menjadi ketua panitia pileg, pilpres dan pilkades berulang ulang sehingga kami selaku Pemdes merasa kehilangan sosok Visioner seperti Abang Mean.


Ketua komite SDN Kaohua Rahman Tawangmude menyampaikan permohonan maaf mewakili seluruh orangtua wali.


"Saya mewakili orangtua wali menyampaikan permohonan maaf, apabila dalam perjalanan ada bahasa atau tingkah yang kurang berkenan mohon dimaafkan" ujarnya


"Dan temu pisah ini menjadi sejarah, untuk boleh diceritakan dikampung halaman tercinta" tutup Rahman. 


Mengilas balik awal mula berkarya ditempat ini, Mean Isahq, S. Pd. SD., dengan wajah berkaca kaca, hingga tak terbendung airmata sambil berkata, Kaohua ini adalah kampung saya, karena keempat putra dan putri saya lahir ditempat ini.


"Orang Kaohua secara adat dan pergaulan sangat baik, dan hal ini bagiku sangat sulit untuk melupakannya" ungkapnya


Ia juga menyampaikan bahwa, ditanah ini tempat pijak pertama sebagai abdi negara, dan telah mencatat banyak sejarah dari lubuk hati yang terdalam, dibawah langit ini, diatas tanah berdebu ini, telah menjadikan saya bangga atas keberhasilan anak saya menjadi seorang perwira polisi.


"Enam belas tahun bukan waktu yang sedikit, Kaohua telah memberi banyak pelajaran, kematangan berpikir, tantangan serta ujian teruji ditempat ini. Ditempat yang berikutnya, saya dan keluarga memohon maaf serta meminta doa agar saya dan keluarga tetap sehat dan selamat sampai tujuan" tutup Mean Isahq


Temu pisah ditandai dengan pengalungan selendang dan sarung adat Kedang, oleh Beni Hereng sala satu guru pada sekolah tersebu. (Sudarjo)