Notification

×

Isak Tangis Mubaligh Muda Saat Perpisahan Di Pulau Kangge Kabupate Alor

Jumat, 20 Januari 2023 | Januari 20, 2023 WIB

hakim_nurul_iman
Hakim Nurul Iman, S. Ag Da'i Muda PERSIS (matalinenews.com/ Istimewah)
 
KALABAHI,MN-- Hakim Nurul Iman, S. Ag adalah sebuah nama yang cukup familar seluruh kalangan di pulau Kangge Desa Marisa Kecamatan Pantar Barat Laut Kabupaten Alor.


Ia adalah Da'i muda yang ditugaskan oleh Pimpinan Pusat Persatuan Islam ( PP PERSIS), untuk menjalankan program kerja daerah binaan organisasi massa ( Ormas) tersebut. 


Kurang lebih 1 tahun 5 bulan, ia mendarmabaktikan dirinya disana, selain mengisi pengajian ibu ibu majlis taklim di Masjid Nurul Jadid Kangge, Masjid Ruhul Jadid Kengge, Masjid Mujahidin Marica, dan Masjid Babul Khair Beangonong, namun ia pula menjadi Guru Bahasa Arab pada MTs. S, Babul Rahmat Kangge dibawah kepemimpinan Kepala Madrasah Gunawan Manapa, S. PdI. 


Kesaksian awak media pada siaran langsung Facebook oleh akun atas nama (Rahmat Lodjor), cukup terharu, seakan beliau sangat berat meninggalkan tanah tersebut. Mungkin karena proses penyatuhan secara alam sosial telah merasuk dalam daging dan darah muballigh asal Jawa Barat tersebut, sehingga mayarakat tumpah ruah berjubel dari Gapura bertuliskan HUT RI, hingga ke bibir dermaga, dari orang tua, hingga siswa siswi madrasah setempat


Dari tempat penginapan menuju pelabuhan jaga iring pulau Kangge, kurang lebih pukul 06.30 waktu setempat. Beliau menumpang KM Senang Hati  Ekspres menuju Kalabahi yang diantar langsung Bapak asuhnya Mansur Laba. 


Awak media lakukan konfirmasi kepastian kepada salah satu masyarakat Kangge sekaligus Kepala Madrasah Tsanawiyah Swasta Babul Rahmat Kangge, Gunawan Manapa S. PdI membenarkan hal tersebut yang terjadi kemarin hari Kamis 19/01/2023.


"Prosesi pengantaran ustad Hakim kembali ke Garut Jawa Barat, karena telah usai tugas papar." Ujar Gun


Ia juga berharap agar apa yang telah diberikan kepada ummat dan masyarakat Kangge, dapat bermanfaat untuk kemaslahatan ummat kedepannya, baik itu pengajian baca tulis Quran dan berbuat baik kepada sesama. 


"Ustad Hakim Laba ini sejak kehadirannya disini tidak ada sekat pembatas, ia sering berbaur semua golongan sehingga ketika acara pamitan kami sangat kehilangan sosok seperi beliau, ia juga mampu beradaptasi secara cepat dalam kehidupan baik secara agama maupun kehidupan sosial." tutup alumni Tarbiyah Unmuh Kupang ini.


(Sudarjo)