Notification

×

Beratap Daun dan Berdinding Bebak, Kondisi SMP Negeri 5 Amabi Oefeto Kabupaten Kupang

Senin, 13 Februari 2023 | Februari 13, 2023 WIB

smp_negeri_5_amabi_oefeto
Foto: SMP Negeri 5 Satu Atap (Satap) Amabi Oefeto Kabupaten Kupang

KUPANG, MATALINENEWS.COM
-- Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Satu Atap (Satap) Amabi Oefeto Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur, berdiri sejak 2017 sekolah ini memiliki gedung darurat berkat keinginan dan swadaya masyarakat setempat.


Sekolah masih bersifat darurat (tidak layak huni) beratap daun dan berdinding bebak (Pelepah Gewang Kering) yang di anyam rapi bersusun rapat sebagai sekat dari satu ruang ke ruang lain hingga keliling sekolah. 


Sekolah Negeri di bawah kepemimpinan seorang perempuan Sepriana H. Saefatu, S. Pd yang memiliki Nomor Pokok Sekolah (NPSN) 69973130 memiliki tiga orang guru Pegawai Negeri Sipil (PNS), satu guru kontrak daerah, dan tujuh guru  honor sekolah /komite serta memiliki satu orang pegawai tata usaha.


Sedangkan jumlah siswa pada sekolah tersebut berjumlah 35 orang siswa siswi yang menyebar berbagai tingkat kelas, dengan rincian Kelas VII berjumlah 13 siswa, Kelas VIII berjumlah 5 siswa, dan Kelas IX berjumlah 18 siswa. Hingga saat ini sekolah tersebut telah mengalumnikan siswa sebanyak 37 siswa. 


Keadaan sekolah tersebut saat ini memang sungguh tidak layak dijadikan tempat para generasi bangsa menimba ilmu. Gubuk memanjang dengan papanama sekolah yang tertulis rapi tersebut memiliki tiga ruang masing masing kelas, dan satu ruang kantor. 


Keadaan sekolah yang terbilang memprihatinkan tersebut dapat mempengaruhi proses kegiatan belajar mengajar serta berdampak pada masyarakat sekitar untuk tidak berkeinginan mendaftarkan putra putri mereka ke sekolah tersebut. Minat dan animo siswa ketika berkurang tentu berpengaruh pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS). 


Di kala musim hujan tentunya terjadi kafakuman aktifitas guru dan siswa di sekolah dan sekitarnya, karena ruang sekolah tersebut pasti di genangi banjir akibat bocor atap sekolah karena telah lapuk daun atap bangunan darurat tersebut. Ketika atap bocor dan terendam banjir tentunya aset sekolah berupa fasilitas/kelengkapan sering mengalami kerusakan. 

 

Kepada media Via Telepon, salah satu Guru Kontrak Daerah (Ofny  Tameno, S. Pd) yang mengasuh matapelajaran  Bahasa Inggris bertugas sejak sekolah berdiri sekolah tersebut menyampaikan penyesalannya  bahwa sekolah ini Negeri miliki pemerintah namun mengapa kami tidak bisa juga mendapatkan perlakuan yang sama.


"Sejak enam tahun kami bergumul dengan dengan hujan lumpur dan air mata tapi belum ada tanggapan apapun." Ujar Ofny

 "Semoga kami tahun ini tidak sekedar mendapat kunjungan  saja, tapi kami butuh ruangan dan bangunan serta fasilitas penunjang lainnya yang layak untuk generasi bangsa di tempat ini." Tutup Ofni pada Sabtu (11/02/2023) kemarin.


(Red/Tim)