Notification

×

Lembata dan Sepak Bola

Minggu, 12 Maret 2023 | Maret 12, 2023 WIB

sapri_lautuan
Penulis: Sapri Leutuan, S. Pd (Pemerhati Bola Sepak Lembata)

MATALINENEWS.COM
-- Bicara soal Lembata, hanya sebuah gugusan sunda kecil di seberang timur antara Solor dan Adonara, yang di dalamnya terdapat 9 (sembilan) kecamatan. Sebuah kabupaten yang di bilang masi cukup muda usianya karena terpisah dari Kabupaten induk Flores Timur.

Tapi penulis memohon maaf, karena tidak bermaksud berbicara soal nama Lembata  untuk di ulas lebih jauh sesuai sejarah berdirinya kabupaten Lembata itu sendiri. Tapi disini penulis ingin mengulas dan memainkan jari jemari diatas keybord HP dan sedikit halu untuk melancar imajinasi tentang "Sepak Bolanya Lembata". Sepak bola adalah satu-satunya cinta yang tak bersyarat di dunia ini.

Bola, bukan sekedar benda bulat, yang menggelinding jika ditendang. Bukan sekedar benda bundar, yang dikejar dua puluh orang untuk dimasukkan ke gawang. Tapi, sebuah benda bulat yang banyak berkisah tentang ambisi, semangat, cinta. Kemenangan sekaligus kegagalan, persahabatan sekaligus permusuhan, kesetiaan sekaligus pengkhianatan.


KIBLAT SEPAK BOLA
Pertama-tama, kita harus mencatat bahwa alam semesta adalah bola. Sesuai dengan gambaran penulis sebelumnya diatas maka bicara soal "Sepak Bola Lembata", maka masyarakat Lembata pada umumnya sendiri mengetahuinya bahwa  menjadi kiblat Lembata dalam bidang olahraga 11 (sebelas) pemain yaitu dari Ile Ape. Keluarga kita dari wilayah Ile Ape ini memang cukup merajai Lembata soal bidang olah raga yang satu ini.

Sepak bola adalah satu-satunya cinta yang tak bersyarat di dunia ini.Cukup sekian dekade dalam setiap perhelatan ajang bola sepak, tim-tim Ile Ape selalu memborong dan membawa pulang trophy ke kampung mereka. Bahkan dalam seleksi pemain untuk masuk dalam Askab Lembata untuk memperkuat tim kebanggaan masyarakat Lembata pada umumnya yaitu: Persebata, tim-tim dari Ile Ape selalu terwakili oleh pemain-pemain mereka yang jumlah lebih banyak untuk memenuhi kuota dalam squad inti Persebata.
 

FRIENDLY MATCH U-16 

Jika ada hal lain yang sangat menakjubkan di dunia ini selain cinta, adalah sepak bola. Kali ini di tahun 2023 Desa Petuntawa-Ile Ape menjadi titik kegiatan turnament olah raga bola sepak Friendly Match U-16.  Di ajang Friendly Match U-16 kali ini juga terdapat  beberapa tim dari SSB yang ada di Lembata serta  lainnya merupakan tim lokal di luar SSB yang mewakili kompleks tinggal mereka dalam kota Lewoleba sendiri serta beberapa tim lokal untuk mewakil kampung mereka masing-masing yang juga masi berada dalam daerah Kabupaten Lembata.

Tentunya tim-tim dari dua kecamata di Ile Ape juga lebih banyak mendaftarkan nama klub mereka untuk mengikuti ajang Friendly Match U-16 ini dan sebagian tim lainnya dari kota Lewoleba serta ada juga tim-tim yang mewakili wilayah timur Lembata yakni Kedang.
 

RUNTUHNYA  KIBLAT 

Ibarat kata-kata suci yang tertulis dalam Babel atau kah runtuhnya menara Eiffel? Seakan tak percaya tapi ini fakta! Petuntawa jadi saksi, tanah Ile Ape di padati penonton dari tim-tim luar. Kiblat sepak bola Lembata harus menjadi penoton sementra di rumah sendiri. Terkikis waktu, termakan usia dan mulai tenggelam kedalam paru-paru zaman arah itu mulai nampak berpindah haluan. Kebenaran itu sulit. Itu tidak akan pecah, seperti gelembung, saat disentuh, tidak, kita mungkin menendangnya sepanjang hari seperti sepak bola, dan itu akan bulat dan penuh meriah seperti di lapangan mini Petuntawa.

Ya, penulis hanya bisa menatap dengan bola mata orang dungu. Tak ditemukan lagi pemandangan yang akrab di mata kanak-kanakku dulu hinggah di usia ku seperti sekarang ini. Lapangan sepak bola yang selalu di isi oleh titim-tim menjadi kiblatnya sepak bola Lembata serta di padati dengan teriakan penontonnya yang ciri khas. Friendly Match U-16 telah mamasuki babak final tanda akan ada juara baru akan muncul dari luar Kiblat Sepak Bola Lembata (Ile Ape). Karena yang berlaga di partai puncak nanti adalah WANTED WANGATOA FC vs GAWAT WALANGSAWA FC.

Ile Ape "ama" Petuntawa - Edang "amo" bering laleng. Petuntawa Kampung bambu-Leuwalang Walang Tuaq Uaq Leu Perung. Tite Hena Hama Hena - Te Ehaq Ohaq Ate Palan.

 

Penulis: Sapri Leutuan, S. Pd (Pemerhati Bola Sepak Lembata)