Notification

×

Sholat Idul Adha Omesuri, Meluber Hingga Halaman Gereja Santo Petrus Leuwayan Lembata

Minggu, 02 Juli 2023 | Juli 02, 2023 WIB

gereja_santo_petrus_leuwayan
Foto: Sholat Idul Adha Omesuri, Meluber Hingga Halaman Gereja Santo Petrus Leuwayan Lembata (Dok: Sudarjo)

MATALINENEWS.COM, LEMBATA-- Tingkat silaturahmi, gotong royong dan kerja sama antar ummat beragama di Lembata patut di lestarikan, karena dari personalia kepanitiaan hingga beberapa dapur umum di isi oleh saudara non muslim, dalam rangka menyukseskan kegiatan tersebut. Hal ini terlaksana dengan baik di " Wayan Lama Hoteng, Ruba Lama Lewaq" Sebutan lain Desa Leuwayan, yang terletak di pesisir pantai dan di bawah kaki gunung Uyelewun. Hal ini mesti menjadi titik tumpu dan referensi untuk tempat yang lain dalam merekatkan persaudaraan sejati, karena Indonesia adalah Negara yang berasas pada nilai luhur pancasila. 


Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Omesuri Kabupaten Lembata melalui via lotrei tahunan, menjadikan masjid Namira sebagai tuan rumah penyelenggara hajatan keagamaan.


Kegiatan tersebut di laksanakan sejak tanggal 27 hingga 29 juni 2023 di halaman gereja Santo Petrus Desa Leuwayan Kecamatan Omesuri Kabupaten Lembata, baik kegiatan perlombaan hingga puncak Sholat Idul Adha dari halaman masjid Namira hingga meluber ke halaman Gereja Santo Petrus. 


Dampingan dua rumah ibadah tersebut kokoh berdiri dengan mesra di antara lorong desa, yang didukung oleh kekerabatan serta kehidupan sosial yang menunjang, sehingga desa tersebut rencana akan menjadi contoh Moderasi Agama oleh Kementrian Agama Kabupaten Lembata. 


Sholat Idul Adha yang diselenggarakan serentak pada tanggal 29 pukul 07.00  tersebut yang bertindak sebagai Khatib  H. Ishak Sulaiman, S. Ag  Kakan Kemenag Kabupaten Lembata, Imam Sholat oleh Ibnu Adam (Mahasiswa Alaudin Makassar) dan Rahmat Taufik, S. PdI (Kepala MIN 2 Lembata) selaku bilal sholat. 


Usai Sholat Idul Adha Wakil Ketua Dewan Stasi Santo Petrus Leuwayan Benediktus Beni  dalam wawancara bersama awak media ini, ia menyampaikan bahwa melubernya jamaah sholat hingga ke teras gereja telah terpikir sebelumnya, karena di desa sini tidak ada tempat lagi untuk kegiatan. Sehingga kami dari badan pengurus Pastoral Stasi Santo Petrus Leuwayan memberi ruang untuk kegiatan hingga selesai, baik kegiatan perlombaan maupun untuk kepentingan sholat.


"Kegiatan ini bukan baru pertama kali menggunakan halaman gereja untuk kegiatan, namun beberapa waktu lalu tempat ini juga pernah di gunakan oleh civitas Madrasah Ibtidaiyah Negeri I Lembata, dalam rangka memperingati Isra Mikraj." tutup Benediktus. 


(Darjo/Red)